Mencapai Ketahanan Pangan melalui Bank Makanan

Di bulan April dua tahun lalu Keluarga Muslim Delft (KMD), sebuah komunitas masyarakat muslim Indonesia di kota Delft, menyewa stan di pasar rakyat yang diadakan dalam rangka Koningsdag (perayaan hari ulang tahun raja). Kami menjual berbagai macam barang--mayoritas pakaian--hasil sumbangan dari seluruh warga KMD. Seluruh keuntungan kemudian disalurkan dalam bentuk donasi ke Voedselbanken Nederland. Voedselbank, yang berarti "bank makanan", adalah lembaga nonprofit yang menyalurkan makanan kepada orang-orang yang membutuhkan, yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Tunggu. Garis kemiskinan? Memangnya di Belanda ada orang miskin?

Meskipun termasuk negara makmur, bukan berarti tidak ada kemiskinan sama sekali di Belanda. Menurut data statistik terakhir di tahun 2020, sebanyak 6,2% rumah tangga memiliki penghasilan bulanan di bawah standar €1090 untuk lajang dan €2080 untuk pasangan. Ini berarti lebih dari satu juta orang dari 17.4 juta penduduk Belanda adalah anggota dari rumah tangga yang tergolong miskin. Yang paling berisiko adalah orang-orang yang berasal dari etnis minoritas, terutama pengungsi dari Syria dan Ethiopia, dan keluarga dengan orang tua tunggal.




Bank makanan di Belanda

Bank makanan hadir untuk menyokong keluarga-keluarga miskin yang memenuhi syarat dengan suplai paket makanan setiap minggu. Bantuan ini tentu bersifat sementara dengan maksimal periode penerimaan tiga tahun saja. Bekerja sama dengan otoritas lokal, bank makanan juga membantu para penerima bantuan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarganya secara mandiri. Biasanya dalam waktu setahun mereka sudah lepas dari bank makanan.

Tidak hanya membantu keluarga miskin, di sisi lain kehadiran bank makanan turut mengurangi terbuangnya bahan makanan. Mereka bekerja sama dengan perusahaan dan supermarket untuk mengumpulkan produk yang berlebih atau bahan makanan yang tidak habis terjual. Makanan tersebut (dan kadang produk kebersihan juga) kemudian dikemas dalam paket-paket dan didistribusikan kepada para penerima. Hebatnya semua kegiatan dilakukan oleh sukarelawan dengan perannya masing-masing.

Bank makanan adalah bentuk kontribusi masyarakat--dari masyarakat untuk masyarakat--untuk memastikan setiap keluarga mendapatkan makanan yang cukup, aman, dan bergizi. Terlebih pandemi membuat banyak pekerja kehilangan sumber penghasilan atau mengalami penurunan pemasukan. Akibatnya banyak keluarga yang harus memilih antara membeli makanan atau membayar sewa rumah.

Bank makanan dan ketahanan pangan Indonesia

Menurut FAO, ketahanan pangan adalah "keadaan saat semua orang, pada setiap waktu, memiliki akses secara fisik dan ekonomi terhadap makanan yang cukup, aman, serta bergizi untuk memenuhi kebutuhan dan preferensi makanan demi hidup yang aktif dan sehat". Keberhasilan ketahanan pangan ditandai oleh empat hal: availabilitas, aksesibilitas, utilitas, dan stabilitas. Dari keempat indikator tersebut, bank makanan mengambil peran untuk memastikan sebanyak mungkin keluarga memiliki akses terhadap makanan sehat, terlepas dari bagaimanapun kondisi ekonominya.

Saya berandai-andai bila ide tentang bank makanan ini diterapkan secara masif di Indonesia, tentu akan banyak yang terbantu untuk menyajikan hidangan bergizi bagi keluarga mereka. Artinya, akan semakin banyak pula anak-anak yang tumbuh sehat dan kuat demi generasi masa depan Indonesia yang lebih baik. Setiap usaha berarti, bukan?

Dari hasil pencarian lewat mesin pencari, setidaknya ada tiga organisasi bank makanan di Indonesia, yakni Indonesia Food Bank, FoodCycle Indonesia, dan Foodbank of Indonesia. Ketiganya sama-sama memiliki misi untuk membantu keluarga miskin bebas dari kelaparan. Meski terbilang baru (usianya kurang dari lima tahun), saya senang sekali saat mengetahui sudah ada orang Indonesia yang mengambil inisiatif untuk menerapkan ide tentang bank makanan. Semoga di tahun-tahun mendatang, bank makanan dapat mengambil peran lebih banyak dalam membantu pencapaian ketahanan pangan di Indonesia.

Bagi yang tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang bank makanan di Indonesia, bisa klik tautan di atas. Siapa tahu kamu tergerak untuk mengambil bagian di dalamnya atau malah mencontohnya untuk diterapkan di daerahmu. Yang itu, sih, juara!

Penutup

Kehadiran bank makanan membantu mempertemukan yang minus (penerima) dan yang surplus (donatur). Dengan kata lain, bank makanan adalah jembatan kebaikan antara dua pihak. Apalagi, semua pihak yang terlibat dalam operasional bank makanan bekerja tanpa dibayar. W-o-w, banget, ya?

Dalam Islam, Allah Swt. akan membalas sekecil apa pun kebaikan yang kita lakukan meski misalnya, hanya sebagai supir armada distribusi paket dari bank makanan atau sesimpel menyumbangkan uang hasil jualan seperti KMD. Karena itu, jangan pernah berpikir apa yang kerjakan itu tidak berarti dalam upaya mencapai ketahanan pangan Indonesia. 

Teruslah menjadi pelaku kebaikan apa pun bentuknya, di mana pun berada. Tebarkan kebaikan dan ajak orang lain untuk sama-sama berbuat baik. Bagaimanapun kebaikan yang terhimpun akan lebih berdampak dibandingkan yang sendirian. Setuju, kan?







Post a Comment

0 Comments